Nama : Stephanie Helena Pardosi (190904009)
Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau,suku dan adat istiadat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dan semuanya satu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu banyaknya suku diIndonesia, pastinya kita pernah terfikir akan beragamnya wisata khas kuliner di Indonesia juga.
Dalam suku Batak Toba, mulai dari kelahiran, menikah hingga meninggal masing-masing memiliki prosesi yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Pada prosesi pernikahan sendiri, akan ada adat yang dijalanankan, dan salah satu makanan yang populer dan sudah sangat melegenda untuk dihidangkan adalah arsik ikan mas atau kerap disebut “Dekke na niarsik”yang artinya ikan yang dikeringkan, meski sekarang sudah dibuat berkuah juga.
“Dekke na niarsik itu tradisi orang batak dan menjadi adat istiadat yang harus dilakukan dalam acara adat Batak, dari acara yang besar maupun acara kecil-kecilan seperti acara mengantar anak untuk merantau” ujar salah seorang ibu dari suku Batak. Meski sering dihidangkan, masih banyak yang belum tahu kalau Dekke na niarsik mempunyai makna dibalikknya. Selain enak untuk disantap, makanan tersebut memang punya filosofi yang menarik, lho, untuk diulas.Ini juga bakal menjawab kenapa makanan tersebut wajib ada dalam adat pernikahan suku Batak Toba.
Filososi Dekke na niarsik
Filosofi ikan mas adalah hidup rukun bersama seperti ikan mas yang berenang bersama-sama tanpa saling bertubrukan atau menjadi simbol berkat kehidupan. Ketika pesta pernikahan, penyajian arsik ikan mas ini pada dasarnya tidak boleh sembarangan karena banyaknya makna yang terkandung didalamnya. Arsik ikan mas yang dimasak higga berwarna kuning akan disajikan kepada pengantin dengan kondisi utuh dari kepala hingga ekor karena berharap orang yang menerimanya memperoleh keturunan. Sisiknya pun tidak boleh dibuang karena melambangkan gambaran utuh hidup manusia. Maka hal ini memang sangat diwajibkan bagi pasangan suami-istri yang baru menikah sebagai pertanda bahwa orang tua si perempuan berharap borunya (anak perempuan) mendapat keturunan.
Uniknya lagi, Ikan mas yang diberikan haruslah dalam jumlah ganjil, yaitu satu, tiga, lima, dan tujuh yang mana masing-masing jumlah ini memiliki arti sesuai dengan ketentuan adat Batak, yaitu :
- Satu ekor, diperuntukkan bagi pasangan yang baru menikah.
- Tiga ekor, diperuntukkan bagi pasangan suami-istri yang mendapatkan anak.
- Lima ekor,diperutukkan bagi orangtua yang sudah mempunyai cucu.
- Tujug ekor,diperuntukkan bagi pemimpin bangsa batak saja.
Demikian penjelasan makna filosofi dari Dekke na niarsik dalam pernikahan pada suku Batak. Pasti maknanya sudah sesuai banget dengan budaya dan tradisi pernikahan adat Batak. Setelah memahami filosofi ini, semoga kita semakin menghargai perbedaan dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar